Selasa, 28 April 2026, April 28, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-28T15:55:44Z
Batam

Anggota DPR RI Sturman Panjaitan Dorong Literasi Digital, Internet Sehat Untuk Anak dan Keluarga.

Advertisement


BATAM | Perkembangan teknologi digital yang kian pesat telah menjadikan internet sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari hari. Aktivitas belajar, bekerja hingga berbelanja kini banyak bergantung pada ruang digital. 


Namun, derasnya arus informasi tersebut perlu diimbangi dengan literasi digital agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak terjebak dalam dampak negatif dunia maya.


Kesadaran akan pentingnya literasi digital bagi generasi penerus bangsa itu ditangkap oleh Anggota DPR RI Mayjend Mar (Purn) Sturman Panjaitan, SH,. Ia menggelar sosialisasi peningkatan literasi digital Internet Sehat Untuk Anak dan Keluarga. yang berlangsung di Citra Kebun Wisata Kelurahan Sungai Lekop, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa (28/04/26).


Kegiatan tersebut bekerja sama dengan PT. Telkom diikuti masyarakat dari berbagai kelurahan. Untuk memperkaya perspektif, Anggota DPR RI Mayjend Mar (Purn) Sturman Panjaitan, SH, menghadirkan satu narasumber dari Dosen Salah satu Fakultas di Batam.


Dalam pemaparannya, Anggota DPR RI Mayjend Mar (Purn) Sturman Panjaitan, SH, menegaskan bahwa anak merupakan kelompok yang paling adaptif dan inovatif dalam memanfaatkan media digital. Namun, menurutnya, kreativitas tersebut perlu diarahkan agar tidak sekadar menjadi agar tidak terjadi yang tidak di inginkan, melainkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.


“Yang paling inovatif dalam penggunaan media digital adalah untuk Tantangannya bagaimana kita bisa mengontrol anak kita agar tidak tergantung ini bisa diarahkan agar bermanfaat dan memiliki nilai tambah.



Sturman Panjaitan yang memilki pengalaman dan pengetahuan tentang IT itu berharap sosialisasi literasi digital tersebut dapat menjadi bekal berharga bagi khususnya ibu-ibu dan bapak-bapak atau pun anak-anak yang menekuni dunia digital.



“Mudah mudahan kegiatan ini bisa mengisi pengetahuan dan tetapi juga mampu mmenghasilkan pengetahuan yang lebih bermanfaat,” imbuhnya.


“Digital itu seperti pisau bermata dua. Di satu sisi memberdayakan anak untuk bebas, tetapi di sisi lain bisa berbahaya jika tidak dimanfaatkan dengan bijak. Tanpa literasi yang memadai, kita dan anak justru bisa menjadi korban arus informasi yang tidak sehat di media sosial,” kata Sturman Panjaitan.


Literasi digital sendiri dipahami sebagai kemampuan menggunakan teknologi secara bijaksana, kritis, dan bertanggung jawab. Tidak hanya sebatas mengoperasikan perangkat dan aplikasi, literasi digital juga mencakup kemampuan memahami, mengevaluasi, serta memanfaatkan informasi yang diperoleh dari media sosial maupun pemberitaan daring.


Dengan literasi digital yang baik, masyarakat diharapkan mampu menangkal hoaks, menghindari penipuan, serta melindungi data pribadi dari penyalahgunaan. Melalui kegiatan ini, para warga yang hadir semakin hati-hati bermedia digital dan mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan diri yang positif dan produktif. (Sp)